Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 05 Januari 2018

7 Tahun Pacaran, Pasangan Ini Dipisahkan Maut 2 Minggu Jelang Ijab Kabul, Rokok Jadi Penyebabnya

7 Tahun Pacaran, Pasangan Ini Dipisahkan Maut 2 Minggu Jelang Ijab Kabul, Rokok Jadi Penyebabnya
Jumat, 5 Januari 2018 17:15 WIB
TRIBUN-VIDEO.COM - Tragis kisah hidup pasangan yang viral di Facebook ini.
Wanita pengguna akun Dela Noor Defasa terpaksa terpisah selamanya dengan pria yang telah menjalin hubungan asmara dengannya sejak 2011.
Ia harus merelakan kepergianSetelah 7 tahun berpacaran, sepasang kekasih itu berencana mengikat janji setia selamanya pada 6 Januari 2018.
Namun sayang, 19 hari menjelang ijab kabul, takdir yang tidak disangka melanda kehidupan Dela dan Fajar.
Dalam curhatannya di Facebook, Rabu (20/12/2017), rokok merupakan penyebab belahan jiwanya meinggal.
Namun, ia menyebutkan bahwa semasa hidupnya Fajar tidak merokok.
Dari unggahannya, Fajar merupakan korban dari menghirup udara yang tercemar oleh asap rokok orang-orang di sekitarnya."STOP MEROKOK DI DEKAT ORANG YANG TIDAK MEROKOK!!!
Perokok pasif lebih berbahaya dibanding kalian yang merokok!!!
1 tahun lebih berjuang mempertahankan paru yang normal tapi akhirnya dia menyerah dengan keadaan di mana menghisap asap dari perokok!
Kamu hebat yang, berjuang sendirian tanpa mereka tahu bahaya merokok di dekatmu!
Kamu kuat yang, di mana yang tidak merokok terkena asapnya sangat menyakitkan paru-parumu.
Allah lebih sayang kamu Aa, Allah capai lihat kamu bolak-balik kontrol tiap bulan.
Allah juga mungkin sayang aku yang, Dia enggak mau aku sedih lihat kamu sakit-sakitan tiap malem kebangun cuma nahan dada kanan yang terasa engap.
9.4.1994 - 19.12.2017 kamu menyerah di saat 19 hari kamu berjanji akan mengikrarkan janji suci itu.
Ya, 6 Januari 2018 di mana kamu akan berjanji di hadapan Allah dan menjabat tangan ayahku mengucapkan ijab qobul itu.
7 tahun jam cepat, nunggu kamu dari 2011, dan aku pengin semua ini hanya mimpi burukku tapi terbangun aku menerima kenyataan menyakitkan ini.
Kalau kamu kangen datang ke mimpi aku ya, malam tadi kamu enggak jengukin aku di mimpi.
Selamat jalan kekasihku, terima kasih sudah menemaniku hingga maut memisahkan kita.
Terimakasih ucapanmu yang membenarkan aku wanita terakhirmu.
Sehat di surga ya sayang, aku kuat jalanin semua ini bareng Eleena yah.
Kain yang dipake Eleena juga kain yang membawa Aa sampai ke tempat terakhir Aa.

Sehat di surga ya sayangg. Amin amin ya robbal alamin.
Buat kalian yang merokok tolong kesadarannya akan bahaya untuk perokok pasif!
(jadikan pelajaran ya, aku bukan menyalahkan, semua juga udah ditakdirkan tapi kenapa enggak coba menjauhkan)," curhatnya, yang hingga kini telah dibagikan lebih dari 4 ribu kali. (Tribun-Video.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Dibanding Ahmad Syaikhu, Demiz Yakin Bersama Dedi Mulyadi Peluang Menang Lebih Besar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deddy Mizwar (Demiz) akhirnya berpasangan dengan Dedi Mulyadi di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.
Awalnya, Deddy Mizwar berpasangan dengan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, sebelum kemudian Gerindra dan PKS mencabut dukungan.
De‎miz mengaku peluang kemenangan di Pilgub Jabar lebih besar apabila dirinya berpasangan dengan Dedi Mulyadi, ketimbang Ahmad Syaikhu."Agaknya lebih besar (peluang menangnya)," ujar Deddy Mizwar di DPP Golkar Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, (5/1/2017).
Menurut Deddy dengan komposisi yang baru kini, dukungan pemenangannya lebih besar dan lebih baik.
Sebelumnya, Deddy di dukung oleh Demokrat PAN, PKS, dan Gerindra.
Sementara kini, Golkar dan Demokrat"Makin lebih baik dukungannya pasti," katanya.
Ketika ditanya target suara, Deddy mengaku belum mengukurnya.
Berapapun hasilnya nanti, menurut Deddy, yang terpenting mengantarkannya sebagai Gubernur Jawa Barat.
‎"Berapa persennya terserahlah yang penting menang.," pungkasnya.

Polisi Dilapori Temuan Mayat di Sungai, Saat Evakuasi, Polisi Malah Lari Terbirit-birit

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah video soal bagaimana usaha polisi mengevakuasi temuan diduga mayat di China, menjadi viral di media sosial Negeri Tirai Bambu.
Dikutip dari Shanghaiist, momen ini berawal ketika kepolisian di Tiongkok mendapat laporan dari warga soal sesosok benda mencurigakan mengapung di sungai.
Warga menduga 'benda' itu sebagai mayat.
Mereka segera bergegas ke sana.

Video: Kok Bisa Penulis 'Jokowi Undercover' Sebarkan Video dari Penjara? Ini Sebabnya

Republikin.com ~ Video berdurasi sekitar 40 detik tersebar luas di media sosial. Video tersebut berisi rekaman diri Bambang Tri Mulyono, penulis buku 'Jokowi Undercover', yang saat ini menghuni Lapas Kelas IIB Blora. Kok bisa?

Bambang Tri divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim PN Blora pada 29 Mei 2017 lalu. Selanjutnya dia dimasukkan ke Lapas Blora untuk menjalani hukuman tersebut. Namun sebuah video viral memperlihatkan Bambang Tri berbicara dengan bebas di balik jeruji besi yang seharusnya steril dari segala macam alat komunikasi.

Ucapan yang dilontarkan oleh Bambang Tri dalam video tersebut pun juga terbilang provokatif. Di video itu, Bambang Tri memakai kaos berkerah warna merah dengan lengan abu-abu dan mengenakan celana pendek. Di belakangnya tampak seorang yang sedang tiduran.

Dugaan kuat video dibuat di kamar penjara Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B, Blora. Sebab, disanalah Bambang Tri menjalani hukuman atas kasus Jokowi Undercover.

"Selamat pagi saudara-saudara. Dalam sejarah revolusi dunia, kita mengenal Revolusi Perancis yang dimulai dari Penjara Bastille. Maka saya berpikir, ada baiknya saya akan memulai revolusi tahun 2018 dari penjara Blora ini. Mudah-mudahan saudara sekalian tetap mendukung saya dalam keadaan apapun," demikian inti dari rekaman itu.Kemungkinan video itu direkam pada 27 Desember lalu. Namun di bagian akhir sepertinya Bambang terpeleset menyebut angka tahun. Pada bagian itu dia mengatakan, "Terima kasih, kiranya Tuhan Yang Maha Esa menolong kita. Penjara Blora tanggal 27 Desember 2018. Bambang Tri. Sampai jumpa," kata Bambang dalam video tersebut.

Kepala Rutan Kelas II B Blora, Yoga Aditya Ruswanto, mengaku kecolongan. Dia mengaku baru tahu adanya video itu kemarin. Dia berjanji akan melakukan penyisiran di dalam kamar warga binaan. Sebab sesuai aturan, kecuali radio dan televisi, seluruh alat-alat komunikasi dilarang masuk ruang tahanan.

"Alat komunikasi haram hukumnya. Terkadang kami kecolongan. Banyak faktor dan cara memasukkan alat komunikasi. Bisa dilempar, dari penjenguk dan lain-lainnya. Tapi kami berusaha meminimalisasi supaya zero," jelasnya.

Yoga juga mengatakan, jika nantinya terbukti Bambang Tri melakukan pelanggaran, pihaknya akan penerapkan sanksi lepada yang bersangkutan. Sanksi tersebut bisa berupa ditempatkan di ruangan khusus atau isolasi. Selain itu, yang bersangkutan juga tidak diajukan mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman.

"Yang jelas kami akan ada penindakan dan sanksi. Mungkin dalam satu tahun tidak mendapatkan remisi atau lainnya," lanjutnya.

Bambang Tri divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim PN Blora pada 29 Mei 2017 lalu. Selanjutnya dia dimasukkan ke Lapas Blora untuk menjalani hukuman tersebut. Namun sebuah video viral memperlihatkan Bambang Tri berbicara dengan bebas di balik jeruji besi yang seharusnya steril dari segala macam alat komunikasi.

Video Anies: Tanah Negara dipakai Mal Semua Diam, Tanah Negara dipakai Rakyat Kecil kok Ribut?

Republikin.com ~ Lucu memang. Berpihak pada rakyat kecil malah diributkan. Berpihak pada pedagang kecil, ribut tentang ini itu.

Tanah negara mau dipakai mall semua diam saja! Bikin reklamasi semua aturan ditabrak, semua diam saja! Giliran mau beri tempat buat pedagang kecil, semua ribut tentang aturan. Sebenarnya pemerintah ada untuk siapa?

[video di bawah] Gubernur Anies Baswedan:

"Tanah Pemprov saja bisa dipakai untuk mall,

Tanah negara dipakai mall.

Kenapa rakyat kecil mau pakai jadi ribut?

Kenapa rakyat kecil mau pakai tanah negara jadi ramai?Tanah negara dipakai buat mall kita semua diam

Tanah negara dipakai buat gedung-gedung besar kita diam

Kenapa tanah negara dipakai untuk rakyat kecil malah ramai?

Kita semua berpihak pada siapa sih?

Berpihak pada rakyat kecil rakyat kebanyakan atau berpihak pada yang besar-besar?

Saya tegas, kita mau berpihak pada rakyat kecil.

Kita cari caranya supaya aset pemda yang begitu besar ini dimanfaatkan untuk rakyat kecil.

Bukan sekedar untuk yang besar-besar.

Kalau mau Reklamasi dicari caranya supaya mudah.

Bahkan aturan pun diterabas.

Tapi untuk rakyat kecil semuanya terikat aturan.

Anda ini berpihak pada siapa sih?

Berpihak pada rakyat kecil atau berpihak pada yang gede?

Kami mau berpihak pada rakyat kecil!"

INILAH PEMIMPIN PRO WONG CILIK SEBENARNYA !!!